Posted on Sabtu, 09 Februari 2013 · Leave a Comment
Hari
ini sekolah. Sip. Udah jelas kesiangan pasti. Biasanya juga libur. Karna HUT
sekolah aja jadi dateng :| Gue bangun jam 6.15, padahal masuk jam 07.00.
Cerdas. Tapi gue ga telat kok, serius.
Dan, umm.. kita persingkat saja. Karena
gue gamau nyeritain tentang ke-absurd-an
apa yang hari ini terjadi disekolah. Setelah
nunggu buat lomba dan sebagainya, gue jalan sama temen SMP gue ke bintaro
plaza.
Sampai disana dengan masih pakai baju seragam gue
langsung loncat ke gramedia sama Nisa. Gue bisa loncat, Nisanyanya gabisa. Nisa
katanya mau beli tempat pensil. Tempat pensil dia yang lama katanya udah kuno. Soalnya
udah dari kelas 7 SMP. Setelah bergalau ria, awalnya dia milih warna pink. Pink
man, ilfeel abis. Gue ga terlalu suka
warna pink. Bukannya apa, tapi warna pink
itu terkesan perempuan abis. Gue emang perempuan, asli. Tapi ga terlalu
suka pink. So, maaf – maaf aja ya
kalau ada yang ngasih gue barang warna pink
dan 'belum' gue pake :|
Setelah milih – milih dan gue protes jangan warna
pink, Nisa jadi beli tempat pensil Mickey mouse warna biru tua. Alhamdulillah..
di Gramedia kita ketemu Dea sama Deta. Awalnya emang udah janjian juga sih. Kita
akhirnya memilih tempat hang-out buat
cerita dan sekedar ngemil di sebuah restoran fastfood yang gue samarin namanya
jadi KFC. Iya, KFC. Nah, di KFC kita hanya pesan minum sama beberapa makanan ringan
seperti burger. Dan akhirnya cerita masa – masa di SMA bergulir.
Karena masih jam 3-an kita memutuskan untuk
karaoke-an ke Happy Puppy depan BP. Dan disinilah cerita bermuali kenapa gue
mau nge-post. Pas kita keluar BP itu hujan deres. Banget. Ya, karena kita takut
flu dan basah, kita menyewa jasa ojek payung. Umm.. gue ojek payung sama deta,
kita nyewa anak kecil gitu. Dia masih kelas 2 sd. Sekolah di sd pondok ranji. Gue
lupa nanya namnaya. Sebenarnya gue ga tega banget. Tapi gue juga kasihan kalau
dia udah hujan – hujanan dari rumah dan gak menghasilkan apa – apa. Sebenarnya,
Miris. Ironi. Katanya pemerintah mengayomi masyarakatnya. Katanya hidup di
Indonesia itu enak, semuanya sudah tersedia. Katanya kemiskinan di Indonesia
menurun. Buktinya dimana? Pemerintah memang mengayomi masyarakatnya, apalagi
koruptor. Ia, hidup di Indonesia memang enak, walaupun pemerintah lebih ‘suka’
menengok ke atas dari pada kebawah. Dan memang kemiskinan di Indonesia menurun,
tapi yang miskin juga menjadi tambah miskin. Indonesia punya banyak orang kaya
raya, tapi percuma kalau akhlaknya mental bawah. Ini perubahan yang diperlukan
Indonesia, bukan hanya perubahan dari segi material, tapi juga segi akhlaknya
yang dapat membentuk psikis dia kedepannya nanti.
Gue lanjutin soal anak yang ojek payung tadi, setelah
sampai di tempat tujuan kita berhenti, gue nengok ke anak itu. Dan dia
kedinginan, bibirnya biru. Padahal tadi kita juga mayungin dia. Bertiga. Dan disini
titik kemanusiaan siapa pun pasti tersentuh. Gue langsung kasih uang ke dia,
deta juga. Gue nanya,
“De, kamu bisa nyebrangnya. Kedinginan ya?”
“Bisa kok ka. Gapapa aku udah biasa”
Nyess!
Man, dia bilang udah biasa. Gue ga tega banget. Dia masih
kecil, kurang lebih umurnya berkisar 7 tahun. Dan setiap hujan dia bakal selalu
jadi ojek payung. Bawa payung yang badannya lebih besar dari dia. Dan gue
mendadak unmood banget.
Individualisme. Yang kaya ngebiarin yang miskin, yang
miskin gengsian sama yang kaya. Kadang itu yang buat kita gak maju – maju. Ayolah,
melihat keatas itu dijadikan motivasi. Melihat kebawa itu dijadikan
instropeksi. Bangkit sama – sama. Kalau jatuh bangkit lagi.
-just my opinion._.v-
Total Pageviews
Diberdayakan oleh Blogger.