Biarkan waktu berjalan. Memecah detik. Mengulum waktu. Membiarkan semua terjadi. Alami. Tanpa paksaan. Erangan ataupun bantuan.
Mengulur waktu untuk memilih satu. Satu yang tak tentu.
Kamu. Dia. Mereka. Dan entah apalagi setelah ini.
Menentukan yang tak mudah. Bukannya takut salah. Hanya takut enggan mengalah.
Menghanyutkan hati. Melarungkan hingga nanti. Asal jangan sampai mati.
Alifa Nur Azzami (13.10.23)
Judulnya kok gini sih.... Tapi...
Assalammu’alaykum~
Hai semuaa..
*krik*
Haaaaaaai~
*krik krik*
Hai.
*hening*
Oke, lupakan
kejadian diatas. Gausah dilanjutkan.
Aku mau cerita. Tentang
betapa indahnya hari ini #tsah
Oke. Maaf aku baru
kembali setelah lumayan lama vakum menulis di blog yang baru tapi udah banyak
sarang laba labanya *sigh*
Hari ini. Indah kok
:3 dan semuanya bermula dari……
Hari ini aku jalan
jalan ke Lo*te Bintaro #pentingbanget. Sama Mamiii Deaaa. Mumpung ada yang
nganterin kan ya, aku berangkat jam 9 padahal bioskop buka jam 13.00 :’3
Oh iya, kita mau
nonton The Conjuring loh. Ululu :3 manusia nekat :’)
Kita. Aku sama Dea
adalah manusia penakut yang parno-an dan otak kita selalu merekam memori yang
seharusnya ga usah di ingat lagi. Istimewa kan kita. Sangat. Dan, hari ini. Karna
kita juga kepo sangat akan Conjuring kita memberanikan diri untuk menyaksikannyanya.
Akhirnya …
Berangkat sama Abi
sampai depan Mall nya. Aku belanja beberapa keperluan yang harus dibelanjain dulu buat kue. Setelah selesai dan ke kasir
Lo*e Mart…
Mba Kasir: “Sudah punya kartu membernya dek?”
A :
“Engga”
Dan seketika mbanya
ngasih kertas buat ngisi biodata. Seketika mikir, tadi salah ngomong atau
gimana :|
Dan mba-nya
melakukan semuanya tanpa bicara dan dieeem aja. Senyum aja engga. Yaudahlahya. Setelah
diisi aku dikasih kartu membernya dan …….gatau gunanya itu kartu buat apa. Setelah nitipin
belanjaan, aku dengan strongnya nanya ke pusat informasi.
“Mba ini kartu member-nya buat apa?._. “
Mba-nya jelasin
panjang lebar dan aku cuman bilang…….oh. makasih mba.
The Conjuring
Parah. Sadis. Terharu.
Ngagetin. Tapi kita jaim dan stay cool pas nonton #fitnah B)
Oke. Jadi sebenarnya..
Dari awal sampai
akhir kita teriak, takut, gelisah, parno. Entah apa yang diteriakin tapi… ada sensasinya teriaknya. Seakan ngerti sama
film-nya. Padahal, engga sama sekali :| nutupin muka pakai catalog yang baru dikasih. Sedangkan aku, narik- narik
baju sama tangan Dea #modus. Eh, engga kok de aku ga modusin kamu :*
Dan akhirnya dapat
disimpulkan, The Conjuring = Roller Coaster. Yang sebenarnya engga serem dan
mencekam tapi ada suatu sensasi saat kita dan satu bioskop teriak pas denger
backsound-nya aja :|
Pada akhirnya kita
bangga dan seneng bisa menyelesaikan film yang ga serem itu dengan sensasi luar biasa.
Selesainya..
Kita jalan jalan
cyin. Belanja.. ngabisin duit B)
Engga itu bohong.
Selesai nonton kita
jalan jalan masuk keluar toko baju. Lagian nyari rok inceran gak ketemu temu :| masuk satu toko, pegang bahannya, cocokin, sambil bilang “lucuuuu!” terus dicobain. Kalau
ga suka ya.. di taruh lagi. Begitulah perempuan bu, kalau belanjaa. Setiap ketemu
suatu baju atau tas bahkan sepatu yang menarik selalu bilang. “Lucuuuu!!” padahal kita engga
terlalu paham apa makna sebenarnya dari devinisi “lucu” tersebut._.v
Dan ketika lagi
masuk toko sepatu. Ada wasap dari temen yang isinya simple. Tapi bikin bete. Bete
se-bete-betenya manusia bete :( rasanya mau
pulang aja. Mana gak sarapan dari pagi #faktorgapuasa :|
Pulangnya..
Dea dijemput. Sedangkan
aku…..
Dijempuat Alphard. Warna
putih. Dikaca depan ada tulisan D09 nya B)
Oke. Itu angkot.
Terus turun di
STAN. Lalu jalan sampai Ceger :| gaada ojek.
Gaada yang bisa dimintain jemput. Sedih.
Tamat.
Yasudahlah. Biarkan
cerita ini menggantung.
Selesaaai~ thanks
for readiiing :*
Maaf ya ngebosenin.
Udah lama ga nulis soalnya. Lagi masa masa penggalauan.
Sekali lagi, maaf
dan terima kasiiih :*({})
Hari
ini sekolah. Sip. Udah jelas kesiangan pasti. Biasanya juga libur. Karna HUT
sekolah aja jadi dateng :| Gue bangun jam 6.15, padahal masuk jam 07.00.
Cerdas. Tapi gue ga telat kok, serius.
Dan, umm.. kita persingkat saja. Karena
gue gamau nyeritain tentang ke-absurd-an
apa yang hari ini terjadi disekolah. Setelah
nunggu buat lomba dan sebagainya, gue jalan sama temen SMP gue ke bintaro
plaza.
Sampai disana dengan masih pakai baju seragam gue
langsung loncat ke gramedia sama Nisa. Gue bisa loncat, Nisanyanya gabisa. Nisa
katanya mau beli tempat pensil. Tempat pensil dia yang lama katanya udah kuno. Soalnya
udah dari kelas 7 SMP. Setelah bergalau ria, awalnya dia milih warna pink. Pink
man, ilfeel abis. Gue ga terlalu suka
warna pink. Bukannya apa, tapi warna pink
itu terkesan perempuan abis. Gue emang perempuan, asli. Tapi ga terlalu
suka pink. So, maaf – maaf aja ya
kalau ada yang ngasih gue barang warna pink
dan 'belum' gue pake :|
Setelah milih – milih dan gue protes jangan warna
pink, Nisa jadi beli tempat pensil Mickey mouse warna biru tua. Alhamdulillah..
di Gramedia kita ketemu Dea sama Deta. Awalnya emang udah janjian juga sih. Kita
akhirnya memilih tempat hang-out buat
cerita dan sekedar ngemil di sebuah restoran fastfood yang gue samarin namanya
jadi KFC. Iya, KFC. Nah, di KFC kita hanya pesan minum sama beberapa makanan ringan
seperti burger. Dan akhirnya cerita masa – masa di SMA bergulir.
Karena masih jam 3-an kita memutuskan untuk
karaoke-an ke Happy Puppy depan BP. Dan disinilah cerita bermuali kenapa gue
mau nge-post. Pas kita keluar BP itu hujan deres. Banget. Ya, karena kita takut
flu dan basah, kita menyewa jasa ojek payung. Umm.. gue ojek payung sama deta,
kita nyewa anak kecil gitu. Dia masih kelas 2 sd. Sekolah di sd pondok ranji. Gue
lupa nanya namnaya. Sebenarnya gue ga tega banget. Tapi gue juga kasihan kalau
dia udah hujan – hujanan dari rumah dan gak menghasilkan apa – apa. Sebenarnya,
Miris. Ironi. Katanya pemerintah mengayomi masyarakatnya. Katanya hidup di
Indonesia itu enak, semuanya sudah tersedia. Katanya kemiskinan di Indonesia
menurun. Buktinya dimana? Pemerintah memang mengayomi masyarakatnya, apalagi
koruptor. Ia, hidup di Indonesia memang enak, walaupun pemerintah lebih ‘suka’
menengok ke atas dari pada kebawah. Dan memang kemiskinan di Indonesia menurun,
tapi yang miskin juga menjadi tambah miskin. Indonesia punya banyak orang kaya
raya, tapi percuma kalau akhlaknya mental bawah. Ini perubahan yang diperlukan
Indonesia, bukan hanya perubahan dari segi material, tapi juga segi akhlaknya
yang dapat membentuk psikis dia kedepannya nanti.
Gue lanjutin soal anak yang ojek payung tadi, setelah
sampai di tempat tujuan kita berhenti, gue nengok ke anak itu. Dan dia
kedinginan, bibirnya biru. Padahal tadi kita juga mayungin dia. Bertiga. Dan disini
titik kemanusiaan siapa pun pasti tersentuh. Gue langsung kasih uang ke dia,
deta juga. Gue nanya,
“De, kamu bisa nyebrangnya. Kedinginan ya?”
“Bisa kok ka. Gapapa aku udah biasa”
Nyess!
Man, dia bilang udah biasa. Gue ga tega banget. Dia masih
kecil, kurang lebih umurnya berkisar 7 tahun. Dan setiap hujan dia bakal selalu
jadi ojek payung. Bawa payung yang badannya lebih besar dari dia. Dan gue
mendadak unmood banget.
Individualisme. Yang kaya ngebiarin yang miskin, yang
miskin gengsian sama yang kaya. Kadang itu yang buat kita gak maju – maju. Ayolah,
melihat keatas itu dijadikan motivasi. Melihat kebawa itu dijadikan
instropeksi. Bangkit sama – sama. Kalau jatuh bangkit lagi.
-just my opinion._.v-
Ini semua bermula dari hobi saya yang super unyu. Baca. Oke. Gaada unyu - unyunya sama sekali. Iya saya hobi baca, baca biografi dan autobiografi. Pertama ngeliat umur yang masih suka banget main - main orang pasti mikir aneh. Apalagi temen - temen yang sering bilang "kampung lo, baca buku begituan. Gaada seru serunya". Oke. Saya disini hanya mau menekankan 'keseruan' seseorang mencerna apa yang dia baca itu beda - beda. So, Jangan egois dan menganggap apa yang kamu baca itu bener - bener orang lain suka.
Pertama - tamanya saya suka baca novel, biasa ABG. Ini dimuali dari kelas 7 SMP. Lama - kelamaan bosen parah sama novel. Dan karena juga punya nyokap-bokap yang terbilang punya (cuma punya, bukan koleksi) buku biografi, saya baca. Awalnya dibaca atas suruhan guru Bahasa Indonesia yang nugasin ngerangkum buku biografi. Dan pada saat itu dirumah hanya ada satu buku biografi. Habibie. Dengan penuh pengharapan apa yang dibaca masuk ke otak, saya baca dengan tekun dan berkali - kali. Jujur, saya jatuh cinta. Bukan sama pengarangnya, tapi sama tokohnya dan bukunya. Dan kecintaan saya dengan tokoh Habibie yang ada di buku itu, yang menularkan semangat juangnya, saya ketagihan. Mulai dari sekitar tahun 2010 saya suka baca biografi. Walaupun pas baca disekolah dibilang aneh dan kuno. Yasudalah. Itu hobi saya.
Hingga suatu hari, temen saya yang suka banget mencemooh hobi saya itu itu terkagum - kagum dengan Habibie. Hah! Rasain lo!. Dan didepan umum sehabis dia baca bukunya sok muji - muji Habibie dengan segala keunggulannya. Dia sangat telat sodara - sodaraaaa.. Plis banget, gimana sih rasanya ada orang yang sok update padahal bukunya udah dari tahun 2010. Update-annya salah lagi. Dasar. Malu - maluin.
Dan sekarang, saya punya 8 buku biografi dan autobiografi. Gak maksud sombong, cuma kalau ada yang mau minjem bisa hubungi saya. Sehari 30.000 :D
Sekian~
Pertama - tamanya saya suka baca novel, biasa ABG. Ini dimuali dari kelas 7 SMP. Lama - kelamaan bosen parah sama novel. Dan karena juga punya nyokap-bokap yang terbilang punya (cuma punya, bukan koleksi) buku biografi, saya baca. Awalnya dibaca atas suruhan guru Bahasa Indonesia yang nugasin ngerangkum buku biografi. Dan pada saat itu dirumah hanya ada satu buku biografi. Habibie. Dengan penuh pengharapan apa yang dibaca masuk ke otak, saya baca dengan tekun dan berkali - kali. Jujur, saya jatuh cinta. Bukan sama pengarangnya, tapi sama tokohnya dan bukunya. Dan kecintaan saya dengan tokoh Habibie yang ada di buku itu, yang menularkan semangat juangnya, saya ketagihan. Mulai dari sekitar tahun 2010 saya suka baca biografi. Walaupun pas baca disekolah dibilang aneh dan kuno. Yasudalah. Itu hobi saya.
Hingga suatu hari, temen saya yang suka banget mencemooh hobi saya itu itu terkagum - kagum dengan Habibie. Hah! Rasain lo!. Dan didepan umum sehabis dia baca bukunya sok muji - muji Habibie dengan segala keunggulannya. Dia sangat telat sodara - sodaraaaa.. Plis banget, gimana sih rasanya ada orang yang sok update padahal bukunya udah dari tahun 2010. Update-annya salah lagi. Dasar. Malu - maluin.
Dan sekarang, saya punya 8 buku biografi dan autobiografi. Gak maksud sombong, cuma kalau ada yang mau minjem bisa hubungi saya. Sehari 30.000 :D
Sekian~
Total Pageviews
Diberdayakan oleh Blogger.


Leave a Comment